Sabtu, 22 November 2014

Terluka? It's a must

Pernah gak kamu merasakan nyesek sampai mau nangis karena suatu masalah? Entah itu karena utang yang menumpuk, nilai atau yang lebih sering remaja rasakan… cinta? Sambil dengerin lagu berbau keputusasaan? Berharap kamu akan bangun sebentar lagi dan lupa semua rasa nyesek itu? Aku pernah.

Kalau kemumetan itu udah terlalu berat untuk ditahan sendiri itulah saatnya membaginya. Aku curhat sama kakak kelasku dulu di smp sebut saja namanya heathclifth. Aku curhatkan segala keluh kesahku karena ditinggal pacar, sekolah yang gak pernah berhenti bikin begadang, teman yang ternyata lawan dan masalah-masalah anak SMA lainnya.

Dari semua ketik-ketikan kami via bbm ada satu jawaban yang bikin aku merenung. Dia bilang "baguslah, artinya adek udah dewasa" waktu itu aku cuma bisa reply "wkwk" selanjutnya ada percakapan nostalgia mainstream.

Waktu mau tidur aku buka lagi chatnya dan mulai berpikir. Ternyata itu bukan cuma kata-kata sok bijak dari kakak kelas.

Luka itu mendewasakan. Atau kata agustus water di The fault in our stars "pain demands to be felt".

Aku jadi ingat saat TK dulu, aku lagi main-main sendirian di samping rumah. Loncat sana loncat sini sambil berkhayal sebagai seorang pendekar dengan pedang sakti. Ini jelas adalah efek nonton indosiar. Saat aku terlalu asik melawan monster bersempak kuning didalam khayalanku, aku terpeleset di paret(selokan) yang permukaannnya kasar. Daguku sukses mendarat dengan mulus di sudut paret kecil itu.

I cried a lot, so many bloods, and kejepit di parit kecil bedebah itu. Ternyata daging daguku koyak dan harus dijahit. Aku lupa berapa jahitan, yang aku ingat adalah apa kata papa setelah pulang kerumah. Dia bilang "gak papa luka dikit, tandanya imam udah abang-abang" saat itu aku berpikir apa hubungannya luka didagu dengan menjadi dewasa? bertahun-tahun berlalu dan luka itu meninggalkan bekas sampai sekarang. Luka itu tidak pernah benar-benar hilang.

Seperti caption diatas, terluka? it's a must!

Saat aku mendapatkan luka aku juga mendapatkan banyak pengalaman penting. Luka memberiku lebih banyak pelajaran dari pada sekedar nasihat "jangan ini" dan "jangan itu". Lagian yang namanya manusia akan semakin penasaran kalau dilarang.

Dan luka juga memberi kita banyak hal untuk diceritakan. Contohnya, dwita sari dan shitlicious. Kak dwita terkenal karena cerita cintanya yang sangat drama dan sangat galau dengan mantannya. Luka.

Shitlicious terkenal karena bukunya penuh dengan masa-masa pahit yang dialaminya sebelum sukses seperti sekarang. Luka lagi.

See? Luka memberi orang orang seperti mereka sesuatu dikenang dan dibagi, agar orang lain bisa mencoba memahami apa yang mereka rasakan dan tidak mengalami luka yang sama. Setelah tau kisah mereka apa yang akan harus dilakukan? Menurutku, mencari luka baru.

Bodoh? Mungkin. Tapi lebih bodoh lagi melakukan kesalahan yang mereka lakukan.

Yep, I think that's all! Thank you for reading. You can coment on the coment box below, say whatever you want, but! Be romantic with your words =)

Posting Komentar