Jumat, 20 Juni 2014

The pervert for the pervect

Untuk pertama kalinya…
setelah dua tahun. aku benar benar takut untuk kehilangan seseorang. Rasa yang sudah lama tak kurasakan semenjak cinta monyetku dulu.

Untuk kedua kalinya…
aku ingin disayangi dan cintai olehmu seperti dulu lagi. Aku terlalu tolol hingga nafsuku berada di atas akalku dulu. Lalu aku mulai menyadari kebodohanku seiring dengan dia mulai mencampakkanku.

Untuk ketiga kalinya…
malam ini sayang. Aku membelai rambutmu yang halus. Lalu mengecup keningmu sambil berbisik lirih "jangan lakukan hal bodoh yang dulu kulakukan padamu" lalu merangkulmu dalam pelukanku.

Aku memintamu untuk mematahkan kedua sayapmu agar dia tak akan pergi lagi. Tetapi kamu tersenyum dan berkata "jangan hanya kedua sayapku, patahkan juga kedua kakiku untuk meyakinkan hatimu bahwa aku hanya akan ada untukmu disini" betapa hatiku tersentuh mendengarnya.

Sungguh bodoh aku menyianyiakanmu dulu. Penyesalanku hingga kini belum berakhir. Aku masih mencari cara untuk mengobati rasa sesal pada diri sendiri. Hatiku berkecamuk setiap malam.

Aku adalah seorang ksatria bodoh yang membuang bidadari dan menggantikannya dengan seorang putri bertopeng. Lalu saat aku dicampakkanya aku menyadari kebodohanku dan memohon kembali kepadamu. Tetapi apa yang kamu lakukan? Kamu menerimaku kembali… bahkan tanpa memperdulikan lukamu.

Aku berjanji akan mencintaimu selalu. Aku bertekad akan menyayangimu selalu.
Dan aku bersumpah akan selalu setia kepadamu. Selalu…

Posting Komentar