Selasa, 04 Agustus 2015

Sekolah baru

"Mam, Agamamu islam ya?" Oke, kalian udah sadar apa yang aneh? Namaku Imam dzaky rachmad artinya pemimpin cerdas yang dirahmati diambil dari kitab Alquran. Kurang islami apa!?

"Iya" aku ngangguk. Meskipun dalam hati "yawloh apa perlu kamu nanya itu" saat itu aku merasa seakan orang lain. Seakan disekolah baru ini aku adalah orang lain. Seakan aku ingin terbang kembali kepelukan kamu yang dulu #Eaaa

Setelah pindah sekolah dari Al-azhar, aku gak langsung daftar disekolah baru. Aku bingung mau masuk kesekolah mana karena hasutan sana-sini dan godaan-godaan para teman. Aku gak mau sekolah dipilihin sama orang tua. My life my choice, right?

Dan selama masa berpikir (baca:pengangguran) aku nanya kebanyak orang soal mau tetap IPA atau pindah ke IPS, mau kesekolah agama atau umum, jaraknya dari rumah karena aku suka kesiangan, cewe-cewenya *eh dan banyak lagi.

Pada akhirnya aku berpikir kok harus cari yang bagus? Semua sekolah pasti punya skandal, semua sekolah pasti punya sisi negatif, kan? Gak masalah mau sekolah dimana karena yang penting kemauan dan seberapa serius.

Kata orang putih abu-abu itu masa paling indah. Kata orang SMA itu sebagian besar masa muda yang akan menentukan akan jadi apa kedepannya. Kata orang Cinta paling indah ya pas SMA.

Orang mana yang bilang? Saya yang bilang.

Jadi aku mau buat sejarah hidupku gak cuma berhenti disatu lingkungan yang sama. Aku pilih sekolah yang beda. Karena sebelumnya aku satu tahun di sekolah Islam dikelas sebelas ini aku masuk kesekolah yang banyak cina. Kenapa? Gak tau. Tiba-tiba pengen aja pas lagi nonton celestial movies ada koko-koko jago kungfu. Keren aja gitu kalo bisa ngomong "wongcing xexe ming fai keq"

Aku sekolah di PPR atau Panglima Polem Rantauprapat. First impress? Deg-degan. Takut gak bisa diterima dilingkungan baru. Ngerasain pertama kalinya jadi anak baru itu kayak apa. Tapi diluar ekspektasi, mereka semua ramah gak sombong. Gak nyesal pindah kesekolah ini.

Dan sekali lagi, diluar ekspektasi... Mandarin itu super susah. Dua minggu aku cuma bisa bilang "bo cyak" udah itu aja. Artinya jangan makan. Kalimat ini berguna saat suatu waktu ada turis dari beijing mau makan jengkol busuk.

Yep, I think that's all! Thank you for reading. You can coment on the coment box below, say whatever you want, but! Be romantic with your word :)

Poskan Komentar